Arsip Harian: Maret 2nd, 2009

clue number one was when you knocked on my door
clue number two was the look that you wore
n’ that’s when i knew it was a pretty good sign
that something was wrong up on cloud number nine

well it’s a long way up and we won’t come down tonight
well it may be wrong but baby it sure feels right

and the moon is out and the stars are bright
and whatever comes s’gonna be alright
cause tonight you will be mine – up on cloud number nine
and there ain’t no place that i’d rather be
and we can’t go back but you’re here with me
yeah, the weather is really fine – up on cloud number nine

now he hurt you and you hurt me
and that wasn’t the way it was supposed to be
so baby tonight let’s leave the world behind
and spend some time up on cloud number nine

well it’s a long way up and we won’t come down tonight
well it may be wrong but baby it sure feels right

well we won’t come down tonight
ya we won’t come down tonight
no we won’t come down tonight

we can watch the world go by – up on cloud number nine

Baca Lebih Lanjut »

Senin, 2 Maret 2009 aku pulang dari kampus ku, menyusuri jurusan teknik Elektro. aku pulang dengan cuaca yang tidak bersahabat. Gemuruh di langit dan langit mendung pertanda akan turun hujan.

Aku berjalan dengan cepat melewati jurusan Statistika, sesampainya di depan jurusan Statistik, hujan turun dengan derasnya dan aku pun berlari menuju jurusan teknik elektro untuk berteduh. Cukup lama aku berteduh di jurusan teknik elektro sembari menanti hujan reda.

Saat aku sedang menikmati hujan di sore hari, aku melihat seorang pria bersama dengan seorang anak pemulung, kampus ku merupakan kampus yang bersahaja, sering aku melihat pemulung di kampusku.

Ya Allah…

Terkadang aku sedih melihat anak kecil yang harus bekerja, kehilangan masa kanak – kanak hanya untuk menghidupi diri.

Saat aku sedang bersantai di jurusan teknik elektro, ya itulah yang aku lihat, seorang anak jalanan bersama mahasiswa yang tampangnya sedikit nyleneh, rambut di semir merah gaya berpakaian yang gaul abis. Tak habis pikir, bahwa orang yang kelihatan gaul abis, yang mungkin aku kira tidak mengenal kasih sayang kepada umat yang kurang beruntung. Ternyata…Alhamdulillah masih ada orang yang baik hati kepada kaum mustad’afin. Aku pikir manusia di dunia ini sudah hilang kasih sayang.

Aku salut terhadap mahasiswa tersebut, tampang boleh nyleneh tapi hati benar – benar berhati emas. Yach, satu pelajaran buat aku. Jangan pernah menilai orang dari penampilan, boleh jadi penampilan kita buruk di mata orang lain, tapi belum tentu di mata Allah.

Yah semoga pelajaran ini tidak hanya aku saja yang merasakan, setidaknya juga bisa dirasakan oleh orang lain.