Oleh: Aryo Danurwendo | Februari 12, 2009

Rahasia Dibalik Kepingan CD Dan Bagaimana CD Player Membacanya

 Media penyimpanan CD (Compact Disk) sudah tidak asing lagi di lingkungan masyarakat. CD bisa digunakan untuk menyimpan data musik, film, playstation, program/data komputer, foto digital dan masih banyak lagi. Alat untuk merekam CDpun harganya kian terjangkau, tidak sampai setengah juta rupiah sudah bisa dibeli. CD dengan diameter 4.8 inchi (atau +/- 12cm) dapat menyimpan data musik sampai 80 menit atau data komputer sekitar 700Mbyte. Namun demikian masih banyak yang belum mengetahui bagaimana sebenarnya format penyimpanan data didalam CD dan bagaimana cara CD/VCD player menjalankan program/data yang disimpan didalam CD.

CD tersusun dari lapisan polycarbonate plastic dengan tebal +/- 1.2mm. Selama proses fabrikasi lapisan ini di press sedemikianrupa dan kemudian dibentuk track atau jalur penyimpanan datanya. Setelah itu aluminium ditaburkan diatasnya sehingga membentuk lapisan yang lebih tipis untuk menutupi jalur track data. Proses selanjutnya yaitu memberikan lapisan acrylic untuk melindungi lapisan aluminium. Pada lapisan acrylic ini, yang nantinya akan disablon untuk memberi label / judul pada CD. Irisan melintang sebuah CD dapat dilihat pada gambar.

Penyimpanan data pada CD membentuk jalur Spiral melingkar dari bagian dalam menuju ke bagian luar. Setiap data digital yang dituliskan ke CD akan meninggalkan seperti benjolan yang berbentuk balok dengan ukuran lebar 0.5 micron (1micron =1.10-6meter), panjangnya minimal 0.83 micron (tergantung panjang datanya) dan tinggi 125 nanomater. (1 nanometer = 1.10-9meter). Benjolan seperti balok ini sering disebut sebagai pits yang nampak seperti lembaran pita pada sisi aluminium. Akan tetapi apabila pits ini disinari dengan laser, maka laser akan tetap membaca seperti benjolan – benjolan balok. Ukuran yang sangat kecil sekali untuk ukuran manusia, seandainya track ini bisa dikeluarkan dari spiralnya maka akan didapatkan panjang pita +/- 5 kM.

Untuk membaca data pada CD, CD player harus mempunyai sistem mekanis yang presisi agar bisa mengikuti jalur pits yang kecil. Tiga komponen utama yang terdapat pada CD player adalah : Drive Motor yang memutar CD, motor disini mempunyai kontrol presisi yang tinggi untuk berputar 200 sampai 500 rpm tergantung track mana yang akan dibaca. Komponen yang kedua adalah Lens System dan Laser yang akan membaca pits. Komponen yang ketiga yaitu Tracking Mechanism yang akan menggerakkan laser sehingga sinar laser dapat mengikuti jalur / track yang berbentuk spiral, sistem tracking ini dapat menggerakkan laser pada orde micron.

Data yang telah dibaca oleh sinar laser ini adalah data – data (berupa bit – bit) digital. Dengan tehnologi microcomputer yang telah dipasang pada CD player maka data – data digital ini akan diolah menjadi data yang bisa dimengerti dan selanjutnya data ini akan dikirimkan ke rangkaian elektronik yang disebut dengan DAC (Digital to Analog Converter). Keluaran dari DAC ini dapat berupa musik, atau film tergantung dari jenis data yang disimpan.

Disadur dari : http://iddhien.com

Oleh: Aryo Danurwendo | Februari 10, 2009

Kematian

Akankah kita meninggal dengan ketenangan jiwa yang kita idamkan ataukah kita meninggal dengan hati yang gusar…,

Kematian akan menghampiri seluruh umat manusia, walaupun mereka berada di luar angkasa sekali pun tak akan luput dari kematian. Apakah kita telah siap menghadapi kematian?.

Diriku sendiri sangat takut menghadapi kematian, takut akan siksa kubur.

Ya Allah…

Aku sadar segala tingkah laku ku, di catat oleh malaikat. Aku ingin sekali memiliki jiwa seperti Rasulullah SAW. ingin rasanya dekat dengan Allah SWT. Ketakutanku akan kematian yang sangat cepat menghampiriku mungkin harus di jadikan motivasi untuk berubah.

Selama ini aku tenggelam dalam gemerlapnya dunia, aku sendiri terkadang memikirkan dunia. Aku ingin menghindar dari kehidupan seperti ini. Ingin sekali bisa dekat dengan Allah SWT.

Ya Allah…

Aku sering ingin ngobrol dengan Allah SWT, jalan satu – satunya adalah qiyamulail, tapi kenapa saat aku telah bangun lalu aku tidur lagi.

Jawabannya cuma satu, karena aku ga pernah ingin bertemu Allah SWT. karena aku ga punya niat berubah.

Ya Allah…

Sometime we need to change our lifes. today must better than yesterday.

Nothing Impossible if we want to change our life.

Allah…

Kabulkanlah keinginanku untuk dapat meninggal dengan tenang dan dapat menyebut nama-Mu di sela – sela hembusan nafasku.

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad wa ala aali sayyidina Muhammad

Oleh: Aryo Danurwendo | Februari 3, 2009

My Dream in ITS

wall-e-dancing-robot-plays-mp3s3 tahun sudah aku berada di kota Pahlawan Surabaya untuk kuliah di salah satu kampus ternama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penuh perjuangan untuk dapat berkuliah di salah satu kampus ternama di Indonesia.

Awalnya dulu aku bersekolah di kota Bandung. Kemudian aku lulus dan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru ( SPMB ) untuk dapat menempuh ke jenjang yang lebih tinggi. Saat SPMB aku memilih dua kampus ternama yaitu ITB dan ITS di tahun pertama, karena pilihan ku terlalu tinggi, akhirnya aku tidak diterima di kedua – keduanya.

Tahun kedua aku kembali mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru, tidak cuma itu, aku pun mengikuti segala seleksi mulai dari S1 hingga D3. Pilihanku sekarang harus di strategi agar bisa kuliah. Dan alhamdulillah aku ke terima baik D3 maupun S1. Kemudia aku istikharah untuk menentukan pilihan tempat kuliahku. Dan aku putuskan kuliah di ITS.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Aryo Danurwendo | Januari 30, 2009

Letto – Senyumanmu

letto

Indah matamu derai rambutmu
Menunjukkan itulah keindahan yang memberikan
Bentuk senyuman sebentuk usapan
Kepada hati

Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyamanku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa semuanya sirna
Tanpa cinta
Kutemukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang kucari
Kau bukanlah cantik mu yang kucari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tau yang kutunggu hanyalah senyumanmu

Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyamanku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa semuanya sirna
Tanpa cinta

Kutemukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang kucari

Kau bukanlah cantikmu yang kucari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tau yang kutunggu hanyalah senyumanmu Baca Lanjutannya…

Oleh: Aryo Danurwendo | Januari 27, 2009

Selamat Datang !

Terima kasih telah mengunjungi jejakkakiku.wordpress.com. Blog ini merupakan blog yang berisi tentang kisah – kisah perjalanan sang penul, baik itu fiksi maupun non fiksi dan juga berisi kisah nyata yang pernah dialami sang penulis.

So enjoy aja dengan tulisan ini.

Hidup Blogger !!!

Kategori